Ilustrasi naskah orasi yang bertujuan memengaruhi pendengar dapat berupa ajakan untuk melakukan suatu tindakan, perubahan pola pikir, atau keyakinan terhadap suatu ide. Naskah ini umumnya disusun dengan struktur yang jelas, memuat argumentasi logis, data dan fakta pendukung, serta bahasa yang emotif untuk membangkitkan antusiasme dan meyakinkan audiens. Misalnya, sebuah naskah pidato yang menganjurkan masyarakat untuk mendaur ulang sampah dapat menampilkan data statistik mengenai dampak buruk sampah terhadap lingkungan, diikuti dengan penjelasan praktis tentang tata cara mendaur ulang, dan diakhiri dengan ajakan inspiratif untuk berpartisipasi aktif dalam program daur ulang.
Kemampuan menyusun dan menyampaikan orasi yang efektif merupakan keterampilan penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, politik, hingga dunia profesional. Keterampilan ini memungkinkan seseorang untuk menyampaikan gagasan secara terstruktur dan meyakinkan, mempengaruhi opini publik, memotivasi orang lain, serta mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan. Secara historis, pidato persuasif telah memainkan peran krusial dalam berbagai peristiwa penting, seperti gerakan kemerdekaan, perubahan sosial, dan perkembangan peradaban manusia.