Penggunaan bawang merah sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan demam pada anak tanpa obat-obatan modern telah berlangsung selama beberapa generasi. Metode ini melibatkan aplikasi topikal atau konsumsi bawang merah dalam berbagai bentuk, seperti dihaluskan dan dioleskan pada dahi, atau direbus dan diminum airnya (setelah didinginkan). Perlu dicatat bahwa efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah dan tidak ada jaminan keberhasilan.
Praktik ini berakar pada kepercayaan akan khasiat bawang merah sebagai agen anti-inflamasi dan antiseptik alami. Kepercayaan ini, yang diturunkan secara turun-temurun, menunjukkan peran pentingnya pengobatan tradisional dalam menghadapi penyakit sebelum akses mudah ke perawatan medis modern. Meskipun demikian, penting untuk memahami bahwa metode ini seharusnya tidak menggantikan konsultasi dan pengobatan medis profesional, terutama pada anak-anak.