Struktur terorganisir untuk membangun argumen yang meyakinkan, umumnya terdiri dari pembukaan (menarik perhatian dan memperkenalkan topik), isi (menyajikan argumen didukung bukti dan penalaran logis), dan penutup (meringkas poin kunci dan mengajak audiens untuk bertindak). Contohnya meliputi kerangka berbasis masalah-solusi, sebab-akibat, atau perbandingan keuntungan-kerugian, masing-masing disesuaikan dengan tujuan persuasi tertentu. Ilustrasi konkret dapat berupa kerangka pidato tentang pentingnya menjaga lingkungan, dengan pembukaan menggambarkan kondisi lingkungan saat ini, isi menjelaskan dampak negatif dan solusi yang ditawarkan, dan penutup mengajak audiens untuk berperan aktif.
Penyusunan argumen terstruktur ini bermanfaat untuk memastikan pesan tersampaikan secara efektif dan meyakinkan. Kerangka tersebut membantu pembicara tetap fokus, menghindari penyimpangan, dan membangun alur logis yang mudah diikuti audiens. Dengan dasar yang kuat ini, proses persuasi menjadi lebih terarah dan berpotensi menghasilkan perubahan sikap atau perilaku yang diinginkan. Secara historis, retorika dan seni berpidato telah menekankan pentingnya organisasi dan struktur argumen, yang tercermin dalam konsep kerangka pidato modern.