Sebuah presentasi yang memadukan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penjelasan makna serta kandungannya (tafsir), dan penyampaian pesan moral melalui pidato yang inspiratif merupakan bentuk syarhil Qur’an. Ilustrasi praktisnya dapat berupa penyampaian ayat tentang sedekah, dilanjutkan dengan penjelasan tafsir mengenai pentingnya berbagi kepada sesama, kemudian ditutup dengan pidato persuasif yang memotivasi audiens untuk mengamalkan sedekah.
Metode ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda. Membahas kitab suci melalui kombinasi tilawah, tafsir, dan pidato dapat menjadikan pesan-pesan Al-Qur’an lebih relevan dan mudah dipahami dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga dapat mengembangkan kemampuan publik speaking, memperkuat pemahaman agama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Tradisi lisan dalam menyampaikan ajaran Islam, seperti ceramah dan khotbah, menjadi landasan historis yang memperkuat eksistensi dan relevansi syarhil Qur’an hingga saat ini.